Bupati Dinilai Nekat Berdirikan Patung Lagi


Bupati Dinilai Nekat Berdirikan Patung Lagi

Purwakarta, Pelita RAKYAT

Sidang kasus perusakan patung di sejumlah lokasi di pusat Kota Purwakarta masih heboh dan kasusnya kini ditangani di Pengadilan Negeri Purwakarta. Namun, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tetap saja masih saja nekat mendirikan patung tokoh Pewayangan yang katanya adalah Antareja berdiri di Parapatan Jalan Pahlawan, Kabupaten Purwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dinilai segaja membuat pro kontra di kalangan masyarakat dan tokoh agama. Masyarakat sekitar berdirinya patung yang berhasil ditemui menyayangkan pendirian patung tersebut, karena selain memakan biaya yang cukup besar, patung-patung yang dahulu didirikan juga diruntuhkan oleh masyarakat dan tokoh agama.

Rahmat dan Yayat RS menuturkan, pembangunan banyak patung di Purwakarta sangat mubajir, sangat disayang uang rakyat dipergunakan untuk pembuatan p

 

atung, karena masih banyak keperluan yang jauh lebih bermanfaat dan dirasakan masyarakat. Liat saja, sarana jalan aspal dimana-m

 

ana rusak. Apakah patung lebih penting daripada jalan?, ujarnya Yayat heran.

Hal yang sama juga disampaikan Rahmat, “Bupati Dedi Mulyadi seharusya jangan menyakiti hati masyarakat dengan banyaknya patung di Purwakarta. Jika ini terus be

rlangsung, saya khwatir dukungan masyarakat terhadap Bupati Dedi Mulyadi pada pemilukada tahun 2013 nanti akan terus berkurang. Apakah ini tanda-tanda kejatuhan rezim Dedi Mulyadi, kita lihat saja nanti, ujarnya.

Ketua GMMP Kabupaten Purwakarta Hikmat Ibnu Aril yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan berdirinya patung tersebut berang dengan kondisi tersebut. “Kita lihat bersama bahwa ini mempertegas sikap Bupati H.Dedi Mulyadi tidak mendengar aspirasi masyarakat. Kan sudah dihimbau pada saat pendirian patung sebelumnya agar tidak lagi mendirikan patung, tapi tetap saja dibangun,” ketusnya.

Hal ini, menurut dia, bertentangan dengan UU 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. “Untuk itu kami akan mempertanyakan kebijakan Bupati tentang pendirian patung karena awal pendirian patung sendiri sudah menjadi pro kontra di masyarakat Kabupaten Purwakarta,” tukasnya.

Ditempat terpisah. Aparat Kepolisian Resor Purwakarta, Kamis kemarin mengamankan sidang kasus perusakan patung yang digelar di Pengadilan Negeri Purwakarta. Sidang mengagendakan pembacaan surat dakwaan bagi terdakwa Abdul Malik.

Sidang kasus perusakan patung di sejumlah lokasi di pusat Kota Purwakarta beberapa waktu lalu itu dipimpin oleh hakim Tafsir Sembiring dengan anggota Nursari Baktiana dan Indah Wastukencana.

Kasus perusakan patung terjadi Minggu (18/9/2011) lalu. Massa dari sejumlah daerah di Purwakarta merusak tiga patung di pusat kota karena dinilai tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat dan menghamburkan anggaran daerah. Kasus itu yang ketiga kali sejak Agustus 2010. (red/son)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s