UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

SBMI Cabang Purwakarta Resmi Berdiri


Purwakarta, Pelita RAKYAT

Serikat Buruh Migran Indoensia (SBMI) Cabang Purwakarta mulai resmi berdiri di Purwakarta. Kepercayaan yang diberikan oleh SBMI pusat dipertegas dengan kelarnya Surat Keputusan (SK) yang mengesahkan telah dibukanya kantor cabang SBMI Purwakarta.

Meski demikian sebanyak 400 masalah tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Purwakarta telah ditangani dan sebanyak 200 orang daftar tunggu telah menanti. Hal itu diungkapkan Ketua SBMI Purwakarta, H. Supriadi didampingi oleh Bidang Hubungan Antar Lembaga.

Menurutnya, lembaga tersebut konsen dalam bidang penanganan kasus TKI asal Purwakarta yang bermasalah. Sehingga pihaknya pun lebih berhati-hati dalam menyelesaikan setiap permasalahan dengan berkoordinasi langsung baik dari pemerintah daerah sendiri maupun SBMI Pusat.

Kebanyaknyan dari permasalahan yang ditangani saat ini ialah terkait dengan penganiayaan TKI, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, gaji tidak dibayar dan tindakan kekerasan terhadp TKI. “Kami telah memiliki anggota di 17 kecamatan, dan tiap kecamatan ada petuganya kurang lebih tiga orang Petugas Lapangan (PL),” terangnya.

Menurutnya, SBMI menangani kasus TKI dengan cara menjembatani dalam hal asuransi TKI. Yaitu dengan cara memberikan perlindungan dan mengusahakan terpenuhinya hak-hak TKI. Sampai saat ini pun SBMI sudah bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) dan Bidang Kesejahteraan Pembangunan (Kesbang) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.

Sebetulnya menurut H. Supriadi, SBMI sendiri telah berdiri di Purwakarta sudah lama dan baru mendapatkan kepercayaan penuh dari pusat pada tahun 2011 ini.”Tepat tanggal 18 Desember bulan ini SBMI Purwakarta diundang pusat. Selain itu juga akan pihak kami berencana mengadakan audiensi dengan Bupati Purwakarta,” ujarnya.

Dari beberapa kasus TKI asal Purwakarta yang telah ditangani oleh SBMI sendiri rencananya kepada beberapa TKI akan memberikan motivasi kepada mantan TKI bermasalah. Yaitu dengan cara diberikan bekal keahlian dan mengembangkan potensi para TKI ke arah kemandirian dalam berusaha. Seperti halnya menjahit, jualan kecil-kecilan dan soft skill agar lebih memiliki kemampuan.

“Kontribusi remitansi sebesar 100 triliun per tahun, namun jutan buruh migran tersebut masih berkerja dalam ancaman upah yang tidak layak atau tidak dibayar, minimnya keselamatan kerja, manipulasi dokumen, kekerasan fisik, kekerasan seksual, penghinaan, tidak ada hak libur, biaya penepatan yang terlalu tinggi yang menyebabkan perbudakan hutang bagi BMI dan keluarganya kematian misterius dan bahkan acaman hukuman mti menjadikan persoalan.

“Undang -Undang 39 tahun 2004 tentang penepatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia diluar negri (PPTKILN) dan berbagai kebijakan tidak mampu melindungi mereka. Sementara janji pemerintah untuk meratifikasi konvensi buruh migran dan mengesahkan rancangan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga tidak juga dipenuhi,” pungkasnya.(Lily Kurniadi)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: