UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

SMA NEGERI 1 CAMPAKA


Heboh, Kepala SMAN 1 CampakaTerindikasi Terima Uang Suap

Purwakarta, Pelita RAKYAT
Emma Sukmasih, Kepala SMA Negeri 1 Campaka, Kabupaten Purwakarta meminta pembuktian atas tuduhan terhadap dirinya terima uang suap dari pengusaha, CV Alma, di Parungsari dan CV Wahyu Pustaka, menyusul pengaduan orangtua siswa atas temuan proses pengadaan buku pelajaran ke sekolah ala monopoli, dititip di rumah salah seorang warga berinisial NI.

“Silahkan kalau mau dibuktikan, yang jelas saya tidak pernah menerima uang dari mereka. Sekolah tidak menjual, kalau butuh anak beli diluar ada yang jual (di rumah warga-red)”, ujar Emma Sukmasih kepada Pelita RAKYAT, melalui telepon selulernya, Kamis kemarin. Besoknya, Pelita RAKYAT mendatangi, mengoreksi informasi di rumah yang dijadikan penitipan buku tersebut.

Emma Sukmasih saat ditanya kenal tidak sama Wiji dari CV Alma dan Mulyono dari CV Wahyu Pustaka selaku pengusaha yang mengadakan buku di rumah warga inisial N?, Emma mengaku kenal. Saya kenal mereka sudah lama sejak di SMAN 2 Purwakarta, ujarnya. Namun, saat ditanya dia menerima uang tidak?, Emma mengatakan, enak aja, liat barangnyapun tidak, ujarnya.

Informasi yang didapat, dari CV Alma dan CV Wahyu Pustaka dan penghuni rumah N, tempat penitipan buku diketahui bahwa proses pengadaan buku di rumah warga itu harus melalui persetujuan Emma Sukmasih. Tanpa ada persetujuannya Emma, pihak percetakan lain diluar dari CV Alma dan CV Wahyu Pustaka tidak akan bisa diterima masuk bukunya.

Emma Sukmasih dengan CV Alma dan CV Wahyu Pustaka disebut sebut telah menjalin kerjasama menjadikan buku LKS jadi ladang bisnis (pemasukan diluar sekolah -red). Bila proses pengadaan buku bersangkutan murni tanpa embel-embel berbau gratifikasi mungkin masih dimaafkan orangtua siswa, namun yang terjadi justeru sebaliknya. Bayangkan, masuknya buku LKS dari penerbit melalui distributor seolah menjadi “kue” yang bisa mereka dinikmati bersama.

Karena manisnya kue itu, minimal keuntungan yang didapat dari penjualan buku kepada siswa bisa berlipat-lipat. Setiap semesteran, tahun 2011, anak didik harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 135.000 – Rp 150.000 setiap murid. Bila dikalikan jumlah siswa berapa rupiah yang didapat?. Berapa persen buat sekolah dan berapa persen buat pengusaha buku dibuat terselubung. Yang jelas, anak didik setiap semester diarahkan membeli buku ke rumah warga yang ditunjuk.

Sesuai Permendiknas No 2 Tahun 2008, PP 30, Peraturan Koperasi, PNS dilingkungan pemerintah tidak boleh menerima uang diluar ketentuan pemerintah. Untuk proses pengadaan buku pelajar, anak didik membelinya di took resmi. Bahkan, dengan tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga melarang sekolah menerima uang komisi/fee/persentase dari pihak penerbit. (RED)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

5 thoughts on “SMA NEGERI 1 CAMPAKA

  1. maklum aja pa…………, gaji kepala sekolah kan dikit, wajar donk dia minta uang suap. Makanya Negara selalu terkorup di dunia, sudah tak mengherankan, hehehee

    Posted by Sidik | 15 Desember 2011, 05:54
  2. benar jadilah wartawan yang peduli pendidikan jangan hanya cari u8ang aja ke sekolah-sekolah MARI GURU-GURU LAWAN WARTAWAN YANG BERKEDOK KEDILAN, KEJUJURAN, TRANPARANSI DLL padahal ujung-ujungnya duit…..pemerasan.!!!

    Posted by siregar | 24 November 2011, 21:56
  3. benarkah seperti itu pa agus?
    IRONIS SEKALI

    Posted by haryono | 24 November 2011, 03:12
  4. bener pa haryono. kayanya wartawan yang nulisnya ga dapet uang tutup mulut tuh. di sekolah saya juga gitu pa. tiap ada wartawan yang dateng pasti ujung-ujungnya minta duit, klo ga dikasih dia pasti nulis yang aneh aneh!
    banyak wartawan gadungan!!!!!

    Posted by agus salim | 24 November 2011, 03:11
  5. Sebagai seorang insan pers yang peduli terhadap pendidikan seharusnya anda tidak menyudutkan salah satu pihak, yg disini adalah SMAN 1 Campaka. kalau anda ingin mencari-cari kesalahan cari lah dari mana awal kesalahannya. Pelajar tidak dapat belajar tanpa adanya BUKU atau sarana lainnya, sedangkan pemerintah menggembor-gemborkan buku gratis dan murah. tapi nyatanya tidak pernah sampai ke sekolah. jadi pihak sekolah MENYARANKAN untuk membeli buku diluar, bukan berarti ada kerjasama didalamnya.
    kalau anda mau ngengungkap sebuah fakta, ungkap dari berbagai sudut pandang, cari keterangan dari pemerintah daerah setempat apakah mereka sudah memberikan buku gratis dan murah ke setiap sekolah?????
    jangan coba-coba mengambil kesimpulan dari satu sudut pandang yang dapat menutup fakta sebenarnya, karena dapat menjadi fitnah.
    jangan menodai nama PERS sebagai lembaga yang menyajikan fakta kepada masyarakat

    .

    Posted by haryono | 24 November 2011, 02:53

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: