Air PDAM Bekasi Tercemar Bakteri R-Coli, Copot Direktur PDAM Tirta Bhagasasi Wahyu Prihantono


Bekasi,  Air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi dan PDAM Jaya Jakarta tercemar bakteri escherichia coli (E-Coli). Bakteri bersumber dari air baku dua perusahaan itu yang diambil dari Kali Bekasi. 

Pencemaran Kali Bekasi dari limbah tinja yang dibuang oleh para sopir usaha penyedotan limbah tinja, berpengaruh pada air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi dan PDAM Jaya Jakarta. Air baku untuk pelanggan tersebut tercemar bakteri escherichia coli (E-Coli).

Nah.. seperti apa itu E.coli?..Wabah infeksi bakteri Escherichia Coli (E.coli) yang meluas sangat meresahkan dunia tak terkecuali Indonesia. Lantas, seperti apa, ganasnya bakteri sang pembunuh ini ‘menelan’ korbannya?

Sebuah penelitian yang memeriksa strain E. coli yang mematikan di Eropa menemukan bakteri itu menggabungkan racun dengan semacam lem yang jarang terlihat, mengikat ke usus pasien.

Kebanyakan Escherichia coli atau E. Coli adalah bakteri tidak berbahaya. Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk tim peneliti global untuk sepenuhnya memahami karakteristik bakteri yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang di Eropa dan membuat sakit 1.500 orang.

Strain yang membuat sakit orang di Jerman dan bagian lain Eropa, yang dikenal sebagai 0104: H4, adalah bagian dari kelas bakteri Escherichia coli yang dikenal sebagai penghasil toksin Shiga atau STEC.

Jenis Strain diklaim memiliki kemampuan menempel pada dinding usus. Strain ini akan memompa keluar racun, sehingga menyebabkan diare dan muntah.

Pada kasus yang parah, hal itu menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS, menyerang ginjal dan menyebabkan koma, kejang dan stroke.

Seperti dilansir Reuters, Dr Robert Tauxe, seorang ahli penyakit yang disebabkan oleh makanan di Centers for Disease Control and Prevention AS menjelaskan telah terjadi 470 kasus terparah yang menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS di Jerman.

“Jumlah itu 10 kali lebih banyak dari wabah terbesar di negara ini. Ini merupakan wabah yang paling mematikan di dunia” tegas Tauxe.

Hebatnya, strain Jerman muncul untuk menggabungkan toksin yang ditemukan dalam jenis bakteri STEC yang paling umum di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai E. coli O157: H7, dengan bahan pengikat yang tidak biasa.

Tauxe mengatakan, biasanya ‘lem’ hanya ditemukan pada anak-anak di negara berkembang.

“Lem yang digunakan kuman tersebut tidak sama pada E. coli 0157 atau sebagian besar bakteri STEC,” katanya.

“Ini kombinasi perekat dari E. Coli jenis lain dan toksin Shiga yang membuat strain bakteri tidak biasa,” tambahnya.

WHO telah mengonfirmasi bahwa galur bakteri tersebut tidak pernah diisolasi dari pasien sebelumnya dan mengatakan bahwa bakteri kemungkinan mengakuisisi beberapa gen ekstra yang mungkin membuatnya sangat mematikan.

Sumber wabah sejauh ini tidak diketahui, tetapi para ilmuwan mengatakan sangat mungkin berasal dalam sayuran atau salad yang terkontaminasi di Jerman. (red.net)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s