JAKARTA : Gayus Jadi Pahlawan


Mantan pegawai penelaah keberatan pajak yang terjerat kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang, Gayus Halomoan Tambunan, memenuhi permintaan Panja Mafia Pajak Komisi III untuk hadir di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7/2011). Gayus yang ditemani kuasa hukumnya, Hotma Sitompul, diminta Panja untuk membuka semua penyimpangan dalam sistem perpajakan yang ia ketahui. Panja menilai, Gayus terlalu lugu.

“Saya ingin gugah hati Anda, Pak Gayus. Saya sangat yakin dengan niat luhur Anda ke sini. Menurut saya, Anda tidak terlalu cerdas, tetapi Anda bemper, Anda berani untuk menutupi sistem yang bobrok. Namun, ini persoalan pajak, ini persoalan sistem perpajakan persekongkolan. Ini sudah setting. Bagaimana permainannya, Pak Gayus? Anda diminta digerakkan hati nuraninya secara moral. Ceritakan apa adanya,” ujar salah satu anggota Komisi III, Herman Herry, dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Kamu sudah kepalang basah. Jadi, ini saatnya kau buka. Kalau kau buka, kau bisa jadi whistle blower. Kau bisa jadi pahlawan,” kata Herman.

Selain Herman, Nurdiman Munir dari Fraksi Golkar juga turut membujuk Gayus untuk membuka mafia pajak di Direktorat Jenderal Pajak. Bahkan, Nurdiman menyatakan jika Gayus membongkar semuanya, ia patut mendapat keringanan hukuman.

“Gayus saya harap mau membongkar skandal ini semua. Jika dibongkar, bukan hanya pengurangan hukuman, saya mohon dia dibebaskan. Gayus bukalah agar negara ini tahu. Uang negara selama ini sudah digerogoti oleh mafia pajak. Oleh karena itu, ungkapkan semuanya Gayus. Ini kerugian yang menyakitkan negara ini,” ujar Nurdiman.

Kehadirannya hari ini merupakan kali pertama bagi Gayus untuk memenuhi panggilan Panja. Saat ini ia menjadi tahanan di Rumah Tahanan Cipinang setelah mendapatkan vonis terkait rekayasa kasus hingga tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Di tingkat banding, Gayus divonis 10 tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti melakukan pidana saat menangani keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT). Bersama tiga pegawai pajak lainnya, yakni Humala Napitupulu, Maruli Pandapotan Manurung, dan Bambang Heru Ismiarso, Gayus terbukti merugikan negara senilai Rp 570 juta setelah menerima keberatan pajak PT SAT.

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s