PT Delami Garment Industries


Seenaknya Mengakhiri Kontrak Kerja SPG Sebelum Waktunya


Kab Bekasi, Pelita RAKYAT – Kerjasama diantara PT Delami Garment Industries (DGI) dengan PT Matahari Departement Store (MDS) berbau bersekongkolan untuk menelantarkan karyawan Sales Promotion Girl (SPG), dengan seenaknya mengakhiri masa kerja tanpa memberikan pesangon.

PT Delami dinilai melanggar UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, salah satunya yang tertuang dalam pasal pasal karena dengan segaja mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak kerja) dan tanpa pemberitahuan terlebuh dahulu.

Paling tidak hal itu dialami karyawan inisial EDK (23). Ceritanya, kejadian itu berawal saat PT Delami menempatkan EDK sebagai SPG di salah satu counter Tira, di gedung PT Matahari Departement Store Cikarang, Lippo Cikarang. Selama dikontrak, EDK tidak pernah ada permasalahan kerja baik itu kepada PT Delami maupun ke pihak PT Matahari.

“Aneh iya pak kerja di PT Delami. Saat tandatangan kontrak kerja, kata HRD-nya  harus kerja selama jangka waktu kontrak dan nggak boleh keluar. Kalau keluar Ijazah saya ditahan. Mendengar ucapan HRD, saya-pun menjadi takut soal Ijazah dan berusaha giat masuk kerja.

Eh, tiba-tiba ternyata HRD-nya yang plin plan dengan melanggar kesepakatan kerja yang tertuang dalam isi kontrak kerja. Tanpa sebab akibat, tanpa ada masalah, Saya dikeluarkan begitu saja seenak udelnya, dengan alasan, kata HRD Dina karena permintaan sepihak Supervisor PT Matahari bu Eti, ”ujar EDK kepada Pelita RAKYAT.

Sementara pihak PT Delami Garment Industries melalui Human Resource Development (HRD) Dina mengatakan, kalau masalah itu coba tanya sama Supplier PT Delami pak Nasril, sebab yang berhak mengeluarkan EDK adalah Supplier PT Delami pak Nasril dengan Supervisor PT Matahari bu Eti. Kedua orang itu yang lebih mengetahui kenapa SPG EDK dikeluarkan begitu saja, “ujar Dina.

Lebih jauh Dina mengatakan, sebenarnya saya sudah menegur Supplier PT Delami pak Nasril untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Pokoknya, saya tidak ada masalah, yang bermasalah adalah dia (Nasril) sama pihak PT Matahari (bu Eti). Kata Dina, kalau SPG dikeluarkan begitu saja, sebelum habis masa kontrak kerjanya memang itu tidak diperbolehkan, SPG kerja disini sesuai aturan kontrak kerja,” imbuhnya Dina diruang kerjanya, kantor Delami, Jalan Alydrus no 19, Jakarta Pusat.

Sedangkan Supplier PT Delami Nasril saat mau ditemui wartawan untuk mempertanyakan masalah kasus mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak kerja) dan masalah indikasi banyak ijazah SPG yang ditahan di kantornya belum berhasil ditemui wartawan Koran ini.

Jakarta – Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu, mulai dipadati massa aksi Hari Buruh (May Day) dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS).

Massa yang datang menggunakan bus di antaranya berasal dari Cileungsi, Bekasi, Cikarang, Karawang dan sejumlah daerah lainnya, mereka membawa beragam atribut seperti spanduk, umbul-umbul, poster dan mengenakan seragam maupun jaket masing-masing organisasi serikat pekerja, demikian pantauan.

Terdapat sebanyak 67 organisasi serikat pekerja yang tergabung dalam KAJS di antaranya Aspek Indonesia, Dewan Tani Indonesia, Forum Buruh Depok, Aliansi Buruh Bogor dan Aliansi Pekerja Banten.

Mereka direncanakan akan bergerak untuk melaksanakan aksi serupa ke depan Istana Merdeka sambil menunggu massa dari daerah lain.

Karena massa yang ratusan orang itu sudah memadati Bundaran HI, kendaraan yang melintas hanya bisa berjalan tersendat meskipun hari ini sedang diberlakukan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day).

Dalam siaran persnya, menyatakan bahwa momentum May Day 2011 digunakan untuk menuntut pemerintah melaksanakan jaminan sosial nasional. Diperkirakan sebanyak 100 ribu demonstran akan berkumpul di Bunderan HI yang akan melanjutkan aksi di depan Istana Merdeka dan membentuk rantai manusia sebagai simbol tuntutan rakyat.

Sekjen KAJS Said Iqbal mengatakan aksi kali ini merupakan ultimatum rakyat untuk mendesak pemerintah segera melaksanakan perintah UUD 1945 dan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan cara mengesahkan RUU  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). (RH. Pasaribu)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

1 thought on “PT Delami Garment Industries”

  1. Selamat siang,
    Klo bisa management mengadakan breafing klo karyawan harus mnjaga nama baik prusahaan.
    Saya pernah makan bareng dgn karyawan delami,salah satu karyawannya menjelekan management dan hrd lalu saya liat kartu pengenalnya bernama rina herlina,.. 3 bln berselang kebetulan saya makan bareng lagi dan org yg sama dengan entengnya menjelekan perusahaan pdhl dia hidup dan makan dari pt delami..
    Terimakash semoga lebih baik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s