CIKARANG : TERKETUK HATINYA MEMBANTU KELURGA MISKIN


SANG IBU, Lili Sumiati, bukan siapa-siapa. Tapi ia menjadi seseorang yang akan disebut namanya di Surga kelak oleh Rahman, anak tercintanya. Dan ia akan menjadi satu-satunya yang direkomendasikan Rahman, seandainya Allah memperkenankannya menyebut satu nama yang akan diajaknya tinggal di Surga.

Bagaimana tidak. Tubuh Rahman, anak tercintanya pertumbuhannya tidak normal, tidak bisa bicara, jangankan berdiri, untuk duduk saja dia harus digendong, disandarkan diatas bantal untuk bisa tidur. Sang ibu, Lili Sumiati yang sudah bertatus janda miskin selama bertahun tahun menggendong anaknya yang berusia 6 (enam) tahun mengelilingi Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi untuk mencari bantuan, sumbangan dan belas kasihan dari warga sekitar, mengumpulkan keping kebaikan dan mengais kedermawanan orang-orang yang dijumpainya, sekadar mendapatkan sejumlah uang untuk biaya berobat dan biaya makan sehari hari anaknya yang menderita cacat fisik dan psikis sejak lahir.

Tangannya terlihat genetar setiap menerima sumbangan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan, sambil sesekali membetulkan posisi gendongan anaknya. Sementara Rahman yang cacat, takkan pernah mengerti kenapa ibunya membawanya pergi berjalan kaki menempuh ribuan kilometer, menantang sengatan terik matahari, sekaligus ratusan kali menelan ludah untuk membasahi kerongkongannya yang kering sekering air matanya yang tak lagi sanggup menetes.

Ribuan kilo sudah disusuri, jutaan orang sudah dijumpai, tak terbilang kalimat pinta yang terucap seraya menahan malu. Sungguh, sebuah perjuangan yang takkan pernah bisa dilakukan oleh siapa pun di muka bumi ini kecuali seorang makhluk Tuhan bernama; Ibu. Ia tak sekadar menampuk beban puluhan kilogram, tak henti mengukur jalan sepanjang kota hingga batas tak bertepi, tetapi ia juga harus menyingkirkan rasa malunya dicap sebagai peminta-minta, sebuah predikat yang takkan pernah mau disandang siapapun. Tetapi semua dilakukannya demi cintanya kepada si buah hati, untuk melihat kesembuhan anak tercinta, tak peduli seberapa besar yang didapat.

Tidak, ia tak pernah berharap apa pun jika kelak anaknya sembuh. Ia tak pernah meminta anaknya membayar setiap tetes peluhnya yang berjatuhan setiap jengkal tanah dan aspal yang dilaluinya, semua letih yang menderanya sepanjang jalan menyusuri kota. Ibu takkan memaksa anaknya mengobati luka di kakinya, tak mungkin juga si anak mengganti dengan seberapa pun uang yang ditawarkan setiap hembusan nafasnya yang tak henti tersengal.

Lili Sumiati, adalah contoh ibu yang boleh jadi semua malaikat di langit akan mengagungkan namanya, yang menjadi alasan tak terbantahkan ketika Rasulullah menyebut “ibu” sebagai orang yang menjadi urutan pertama hingga ketiga untuk dilayani, dihormati, dan tempat berbakti setiap anak. Sungguh, cintanya takkan pernah terbalas oleh siapapun, dengan apapun, dan kapanpun. Siapakah yang lebih memiliki cinta semacam itu selain ibu?

ATAS NAMA KETUA RT, BAPAK MULYADI DAN KEPALA DESA CIBARUSAH KOTA, IBU UTIS SUTISNA

MEMOHON SUMBANGSIH WARGA MASYARAKAT YANG TERKETUK HATINYA MEMBANTU KELURGA MISKIN, IBU LILI SUMIATI UNTUK BIAYA PENGOBATAN ANAKNYA, RAHMAN.

— NAMA : RAHMAN

— UMUR : 6 TAHUN

— ALAMAT : KAMPUNG KEBON KELAPA, RT 003/001, DESA CIBARUSAN KOTA, KECAMATAN CIBARUSAN, KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT.

BANTUAN ANDA BISA DIANTAR LANGSUNG KE ALAMAT DIATAS, ATAU MELALUI TRANSFER KE BANK MANDIRI CABANG LIPPO, NO REKENING 156.000.3986.314 ATAS NAMA LILI SUMIATI.

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s