Anti Korupsi


Kurikulum Antikorupsi Pertama di Indonesia

Undang Mugopal 

CIKARANG PUSAT – Sejak Senin (7/2) lalu, seluruh SMAN dan SMKN di Kabupaten Bekasi mulai ‘disusupi’ pendidikan antikorupsi. Kerja sama Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi ini diklaim sebagai terobosan pertama di Indonesia.

Semester ini, pendidikan antikorupsi memang masih ‘mendompleng’ pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Tapi semester depan, pendidikan antikorupsi sudah bakal menjadi muatan lokal sekolah di Kabupaten Bekasi.

Kepala Kejari Cikarang Undang Mugopal mengungkapkan, pendidikan yang diberikan berupa pemahaman kasus korupsi dari yang kelas teri hingga kelas kakap yang sudah terjadi di Indonesia. Termasuk, kata Undang, siswa juga akan belajar dimana celah korupsi bisa dilakukan.

“Ini cara paling efektif untuk memotong satu generasi dari korupsi. Jika sejak dini sudah diberikan pemahaman, niscaya satu generasi bisa diselamatkan dari tindak perilaku korupsi, kedepanya bisa mengurangi budaya korupsi yang saat ini sangat mengkhawatirkan di setiap daerah,” katanya.

”Saat ini memang masih diselipkan dalam mata pelajaran PKN, tapi semeser depan antikorupsi bakal menjadi mata pelajaran khusus,” kata Undang. Perangkat hukum kata Undang akan dilibatkan untuk memberi materi antikorupsi, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga kepolisian.

“Selain diberi pemahaman berupa mata pelajaran mereka juga bakal dikenalkan dengan perangkat intitusi hukum lainya, dan kurikulum ini yang pertama ada di Indonesia,” papar Undang.

Kasi SMA dan SMK Disdik Kabupaten Bekasi Ruminta menyatakan, kurikulum antikorupsi akan terus dievaluasi. ”Kalau memang bagus dan berhasil akan kami ajukan untuk jadi mulok tersendiri,” jelasnya.

Ruminta menilai kurikulum antikorupsi berpeluang besar untuk bisa jadi muatan lokal. Sebab kurikulum sekarang ini menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

”Jika memang kurikulum ini dinilai penting dan diperlukan, bupati harus membuat Perbub untuk mengukuhkan kalau kurikulum tersebut sebagai muatan lokal,” kata Ruminta.

Jika dalam hasil evaluasi kurikulum antikorupsi dipandang layak, Ruminta mengatakan akan ada penambahan jam pelajaran. Untuk PKN dua jam dan antikorupsi dua jam.

”Dinas pendidikan tidak mau buru-buru menjadikan antikorupsi jadi muatan lokal. Harus dievaluasi, gak bisa langsung dijadikan mulok,” ujarnya. (red/rdr)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

One thought on “Anti Korupsi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s