Lintas Agama Semakin Kompak….

(barisan depan), Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma’arif (3kanan) Pengasuh Pondok Pesantren Tebu ireng, Salahudin Wahid (2kanan) Ketua Umum Konfrensi Wali Gereja Indonesia, Martinus Dogma Situmorang (3kiri) Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin (2kiri), Rohaniwan Franz Magnis Suseno (kanan) dan Ketua Umum PGI Andreas A Yewangoe (kiri) berfoto bersama usai memberikan keterangan tentang pernyataan sikap pasca pertemuan dengan Presiden SBY di kantor KWI, Jakarta,Kamis (20/1). Dalam keterangannya, Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan yang disusul dengan pembentukan Rumah Pengaduan Kebohongan Publik merupakan suatu gerakan moral tanpa adanya campur tangan politik apapun. (ant) 

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berupaya untuk meningkatkan kesempatan dialog dan silaturahmi dengan berbagai kalangan mulai dari pemuka lintas agama sampai para tokoh politik.
Sekretaris Kabinet Dipo Alam dalam wawancara khusus dengan wartawan di rumah dinasnya di Jakarta, Sabtu, mengatakan, sebenarnya Presiden Yudhoyono sudah cukup sering menggelar pertemuan semacam itu di kediamannya di Puri Cikeas Indah maupun di Istana Negara.
Namun, disadari pula oleh pemerintah bahwa masyarakat menginginkan komunikasi dan dialog yang semakin intensif dengan para pejabat negara. “Tapi rupanya tuntutan komunikasi atau silaturahmi ini menurut hemat saya masih perlu ditingkatkan melihat keinginan masyarakat bahwa komunikasinya hendaknya banyak. Saya mencoba mencari jalan membagi waktu mudah-mudahan bisa ada waktu,” tuturnya. Dipo menjelaskan periode kedua pemerintahan Presiden Yudhoyono memang lebih sibuk dibanding periode pertama karena Indonesia kini sudah menjadi anggota penuh G20 dan juga menjabat Ketua ASEAN pada 2011. Agenda kerja Presiden Yudhoyono yang kini sudah mendunia, menurut dia, turut berpengaruh pada semakin bertambahnya jam kerja Kepala Negara dan juga pembagian waktu guna mengatur berbagai acara yang wajib dihadiri Presiden baik di dalam maupun luar negeri. “Jadi memang kurang waktunya beliau bertemu dengan masyarakat,” ujarnya. Meski demikian, menurut Dipo, Presiden Yudhoyono tetap diusahakan bisa bertemu lebih sering dengan para pemimpin media massa, pemuka agama, dan para tokoh politik di sela-sela agenda kerja yang cukup padat itu. “Saya harapkan Presiden kalau bisa memang lebih meningkatkan komunikasi dengan tokoh-tokoh ini. Jadi kalau bisa memang saya mengharapkan Presiden memberi waktu cukup kepada pemred-pemred, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh politik, untuk bertemu. Jadi jangan hanya terbatas pada setgab (sekretariat gabungan partai politik koalisi-red),” tuturnya.Dipo mengatakan Presiden Yudhoyono sebenarnya selalu mendengarkan berbagai kritik yang disampaikan oleh semua pihak dan selalu mengakui pemerintahan di bawah pimpinannya memang belum mencapai semua sasaran pembangunan yang diprogramkan. (tim/ant)
Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s