UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Kronologis kejadian penyerangan Ahmadiyah Cikeusik Pandeglang Banten.


Kronologis kejadian penyerangan Ahmadiyah Cikeusik Pandeglang Banten.

Lebih dari 2.000 orang dengan menggunakan tanda pita biru berbekal golok dan pentungan datang untuk membubarkan kegiatan Ahmadiyah di kampung Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten. Sebelum nya sekitar 100 anggota polisi telah berjaga-jaga di sekitar tempat kejadian penyerangan jamaah ahmadiyah tersebut.

aksi-penyerangan-ahmadiyah-cikeusik

Namun massa yang ribuan itu tidak menghiraukan adanya pihak kepolisian disana, mereka langsung cekcok mulut dan melakukan pengrusakan dikarenakan adanya perlawan dari pihak ahmadiyah.

Alhasil jatuh lah korban meninggal di pihak ahmadiyah serta kerusakan yang cukup parah. Menurut info dari Kepala Kepolisian Resor Pandeglang Ajun Komisaris Besar Alex Fauzi Rasyad mengatakan penyerangan warga terhadap jemaah Ahmadiyah itu dipicu sikap jemaah yang mengeluarkan pernyataan bernada menantang kepada massa yang datang.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ketua RT 02/02 Desa Umbulan Mistari. “Setahu saya awalnya massa hanya bermaksud merusak rumah Suparman. Tapi adik dan tamu Suparman menghalangi dan melawan, sehingga massa marah,” ungkap beliau.

Menurut beliau juga dari ribuan massa yang datang dan melakukan penyerangan kepada jamaah ahmadiyah di cikeusik itu tidak terdapat satupun warga desa umbulan, “Semuanya dari luar desa. Mereka datang dari Kecamatan Cibaliung, Kecamatan Cikeusik, dan Kecamatan Malingcing,” katanya.

Info yang di dapat juga ternyata di kediaman pimpinan ahamdiyah setempat di temukan bukti keberadaan senjata api dan puluhan tombak, entah maksud apa menyembunyikan senjata api dan puluhan tombak tersebut bersiap untuk membela diri atau memang sudah direncanakan.

VIDEO PENYERANGAN AHMADIYAH CIKEUSIK

Thumbnail

Bisa kita lihat pada video penyerangan di cikeusik tersebut, betapa beringas nya ribuan massa yang marah menghancurkan apa yang ada disana, di gosip-gosipkan juga kejadian seperti ini sering terjadi bertameng pada Surat Keputusan Bersama 3 Menteri atau SKB 3 Menteri yang membahas tentang keberadaan Ahmadiyah di indonesia.

Sungguh di sayangkan jika hal kekerasan harus diambil dan menjatuhkan korban jiwa di pihak siapapun. Kejadian kerusuhan penyerangan jamaah ahmadiyah di cikeusik ataupun kekerasan di temanggung tidak bisa di bilang jalan bagus, diharapkan sekali kejadian seperti itu tidak terjadi lagi di indonesia. Pihak-pihak manapun yang terlibat dan bersengketa di harap tidak menonjolkan ke egoisan atas dasar kebebasan memeluk agama atau kepercayaan, diharapkan bisa terbuka dan menerima keputusan benar atau tidak nya dari suara mayoritas.

Mengenai video penyerangan terhadap jamaah ahamdiyah yang tersebar luas di internet melalui youtube, pihak yang berwajib masih mencari asal-usul beredar nya video tersebut.

Dan untuk perkembangan pasca kerusuhan ahmadiyah di cikeusik polisi masih terus mencari pelaku pengrusakan dan penyerangan tersebut.

 

 

 

Kronologis Peristiwa Kerusuhan Di Temanggung. Aksi anarkis kembali terjadi di indonesia, baru saja kemarin terjadi penyerangan kepada jamaah Ahmadiyah kali ini terjadi aksi kerusuhan di temanggung yang mengakibatkan 2 gereja di bakar. Polres Temanggung mengaku sudah mengantisipasi terjadinya kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2011). Namun polisi tak mampu membendung ribuan massa yang marah.

Menurut info yang di dapat tentang kerusuhan di temanggung ini yang berujung pada pembakaran dua buah gereja, satu sekolah, dan satu kantor polisi itu berawal dari persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (8/2/2011). Sidang mengagendakan pembacaan tuntutan oleh jaksa.

Berikut ini kronologis kejadian kerusuhan di temanggung.

kerusuhan-temanggung

Sekitar pukul 07.00 WIB pagi hari, puluhan polisi bersenjata lengkap dan diperkuat dua kendaraan taktis serta baracuda sudah bersiaga. Ini biasa dilakukan setiap pengadilan Antonius digelar karena sering menimbulkan kerusuhan.

Pukul 09.30 WIB sidang dimulai, massa masuk ke dalam ruang sidang mengikuti jalannya sidang. Massa yang mengenakan atribut ormas tertentu juga terkonsentrasi di depan gedung pengadilan, Jalan sudirman. Massa di luar gedung merangsek berusaha masuk ke dalam gedung pengadilan. Polisi sempat memberikan dua kali tembakan peringatan.

Keributan bermula ketika Jaksa Siti Mahanim menuntut Antonius hukuman lima tahun penjara. Antonius dijerat Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama. Saat Hakim Dwi Dayanto hendak mengetok palu, pengunjung sidang mengamuk. Mereka mendesak Antonius, warga Kebon Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur itu dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Massa yang ada di dalam ruangan sidang langsung menyerbu terdakwa. Dengan cepat, polisi mengamankan terdakwa dan majelis hakim. Polisi membawa Antonius dengan kendaraan baracuda.

Emosi para pengunjuk rasa di luar pengadilan tersulut. Mereka melempari pengadilan dengan batu. Kondisi itu semakin tidak terkendali ketika semakin banyak massa merapat ke gedung pengadilan. Mereka bahkan melakukan pembakaran. Kaca-kaca jendela pecah, sebagian tembok PN Temanggung rusak. Bahkan, satu truk pengendalian massa (dalmas) milik polisi dibakar.

Sekitar pukul 10.20 WIB, ratusan personel Brigade Mobil berhasil memaksa massa mundur hingga tercerai-berai. Ternyata, massa yang masih tersulut emosi, melampiaskan ketidakpuasan dengan merusak dua gereja, yakni Bethel Indonesia dan Pantekosta. Sebuah sekolah yang ada di kompleks gereja Bethel juga dibakar.

Kantor polisi yang ada di dekat gereja juga turut menjadi sasaran amuk massa. Sekitar pukul 12.00 WIB, polisi berhasil ‘menguasai situasi. Bekas lokasi kerusuhan di PN Temanggung hanya ada sisa-sisa batu. Konsentrasi massa sudah tidak terjadi lagi.

Jalan-jalan menuju ke kota Temanggung juga diblokade polisi untuk menutup massa dari luar Temanggung. Meski keadaan terkendali, warga masih ketakutan sehingga langsung mengentikan aktivitas. Toko-toko dan pasar langsung tutup. Bank-bank dan kantor pelayanan masyarakat juga tutup.

Video Youtube kerusuhan di temanggung

Jika saja penegakan hukum tidak di permaikan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung-jawab mungkin hal seperti kejadian kerusuhan di temanggung ini tidak terjadi, semoga saja kedepan nya kejadian yang cukup mencekam ini tidak terulang kembali di beberapa daerah indonesia.

 

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: