Diduga RSUD Bekasi Sarang Pungli Pasien Jamkesmas


Bekasi, Pelita RAKYAT – Minimnya pengetahuan para pasien tentang cakupan layanan apa saja yang dijamin dalam Jamkesmas, membuat pasien menjadi korban empuk kena tipu praktek pungutan liar (pungli) yang dilakukan pelaku sejumlah oknum pegawai berseragam Rumah Sakit. Kenapa tidak. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi misalnya, pada Kamis, (10/2) lalu dihebohkan oleh ulah oknum pegawainya berinisial NA, yang berstatus PNS dengan mengutip uang kepada pasien Jamkesmas yang dirawat ditempat tersebut.

Untuknya, oknum pegawai RS tersebut diberi sangsi tegas dipindahkan ke tempat lain dan sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan lagi. Namun, itupun tidak cukup, belum cukup ampuh dirasakan masyarakat, sebaiknya oknum pegawai penerima pungli bila perlu dipecat dari PNS sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Direktur RSUD Sowarno mengatakan, “pegawai saya sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika terbukti lagi, saya tidak akan main-main akan menjatuhkan sangsi yang lebih berat lagi, “tegas Sowarno, kepada sejumlah wartawan, baru baru ini. Keterangan media ini, “praktek pungli diantaranya meliputi tarif kamar pasien dan biaya operasi, besarnya mencapai hampir satu rupiah.  Sementara itu, sang oknum PNS mengaku uang yang dipungli telah dikembalikan ke korban pasien.

Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, hanya saja jarang ada kasusnya terangkat ke permukaan untuk diketahui masyarakat. Kejadian yang sering menimpah pasien dinilai akibat kurangnya sosialisasi pihak RSUD Kabupaten Bekasi terhadap masyarakat dan pasien Jamkesmas pada umunya, baik itu soal permasalahan data peserta masih belum akurat, dan adanya pungutan untuk mendapatkan kartu. Selain itu, permasalahan lain adanya peserta yang tidak menggunakan kartu ketika berobat, adanya pasien Jamkesmas yang mengeluarkan biaya, dan masih buruknya kualitas pelayanan pasien Jamkesmas.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi telah menuntut adanya perbaikan di RSUD Kabupaten Bekasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah, rumah sakit, hendaknya juga ditingkatkan.
“Pemerintah segera kembali kepada amanat konstitusi untuk mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, agar jaminan kesehatan terlaksana menyeluruh dan terpadu”, ujarnya. (RH)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

1 thought on “Diduga RSUD Bekasi Sarang Pungli Pasien Jamkesmas”

  1. slm.kami beberapa bln yg lalu dapat kartu jamkesmas,saat ini kami sakit yg harus rawat inap dari puskesmas kmi dikasih rujukan ke RSUD Bekasi.ketika dengar rawat inap kami sudah bingung,mengingat biaya yg akan kami tanggung.stlah pulang kerumah kami tanya ttangga yg telah menggunakan kartu jamkesmas dibebaskan biayanya/ditanggung pemkot.kegundahan pun reda dan kmi paginya bergegas ke RS naik ankot.stelah sampai IGD kami disuruh daftar ,dan ditanya jaminan.kami tunjukan kartu jamkesmas.stelah memenuhi persyaratan fotokopy KK bekasi,KTP,Rujukan dari puskesmas ,kartu jamkesmas, lalu kami mendapatkan pertolangan pertama infus,diambil sampl darah.,sampai akhirnya benar2 rawat inap .sampai saat kutulis catatan ini gak ada masalah pelayanannya,cukup baik.semoga stiap insan saling kasih mengasihi,memberi keterangan yg benar kpd yg bertanya,memudahkan urusan.agar tercipta hub sosial yg damai sjahtera.slm damai Nusantara tercinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s