UNIONPERS
KRIMINAL
Tak Berkategori

Kepala SMAN Campaka, Purwakarta Drs Marseno


BUPATI PURWAKARTA DIMINTA ADIL :
Pemecatan Kepala SMAN Campaka Dinilai Sesuai UU PNS

Purwakarta, Jayapos News
Bupati Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi dihimbau tetap mengimplementasikan dunia pendidikan dengan kebijakan membersihkan Kepala Sekolah yang malas ‘ngantor’ (absent) dengan pemecatan. Permintaan itu dinilai sesuai dengan acuan undang undang PNS yang absen kerja berturut-turut, maka sesuai aturannya dapat diberhentikan oleh negara. Untuk golongan II, pemberhentian cukup dikeluarkan oleh Bupati, selain akan membuat jera dan takut bagi rekan-rekan sehingga mereka rajin masuk.

Untuk itu Bupati Dedi Mulyadi diharapkan kebijaksanaanya untuk meredam gejolak yang berkembang di masyarakat. Jalan satu satunya iya harus menindak Kepala SMA Negeri Campaka Drs Marseno. Karena sampai koran ini diterbitkan, ratusan anak didik Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri Campaka di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, nasibnya tidak jelas juntrungannya karena bakalan tidak mempunyai gedung sekolah, sehingga mereka harus numpang di gedung Sekolah Tingkat Pertama (SMP) Negeri 1 (satu) Campaka, sejak tahunan silam.

Kepala SMAN Campaka, Marseno sudah tahu anak didiknya terlantar, dia malahan jarang masuk (absent) hingga hampir berbulan bulan lamanya di gedung ‘numpang’. Boro boro pihaknya mengajukan surat permohonan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta dan Bupati Purwakarta agar segera didirikan gedung sekolah, eh..yang ada dibenaknya upah honor gaji Kepala Sekolah dari jarang masuk terus rutin diterima (enak amat…?).
Permintaan itu disampaikan oleh sejumlah orangtua murid, tokoh masyarakat dan sesepuh yang angkat bicara memohon dengan hormat kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk supaya harus menindak tegas Kepala Sekolah, Marseno dengan menggantikannya (copot) dari jabatan. Itu terbukti setelah Drs Marseno sering absen (jarang ngantor) dan sering membolos di hari kerja. Itu mereka sampaikan ke koran ini.

“Kalau Drs Marseno terus dibiarkan menduduki posisi Kepala Sekolah SMAN Campaka, setiap bulannya akan menguras anggaran negara. Untuk itu Bupati Dedi Mulyadi harus bersikap berani bertindak. Bila perlu dilakukan pemecatan karena sudah sesuai aturan PNS. Itu harus diimplementasikan karena banyak anggaran yang dialokasikan untuk PNS selain menghambur hamburkan anggaran, “tegas Saefudin toko masyarakat dan para orangtua murid kepada Jayapos
News, Jumat (23/4).

Selain pemborosan uang Negara, menurut Arif, “dengan tindakan tegas Bupati Dedi Mulyadi ini bisa menciptakan perbaikan kualitas di instansi pemerintah. “Kalau ada pemecatan, itu akan membuat jera dan takut bagi rekan-rekan kepala Sekolah untuk berbuat hal yang sama sehingga mereka rajin untuk masuk kerja. PNS yang absen kerja berturut-turut, maka sesuai aturannya dapat diberhentikan oleh negara.Untuk golongan II, pemberhentian cukup dikeluarkan oleh Bupati. Sebab aturan tentang pemecatan kepada PNS itu sudah ada tertera jelas dalam undang-undangnya, ” ucap Arif.

Kepala SMAN Campaka, Marseno juga sudah mengakui sendiri kalau selama ini jarang masuk kantor (seperti yang dilangsir koran ini sebelumnya-red). Alasan Marseno, karena dia sibuk memimpin sekolah lain yaitu menjadi Kepala SMA N2 Purwakarta. “Saya tidak bisa membagi waktu untuk tetap hadir di sekolah SMAN Campaka, karena saat ini terfokus di SMA N2 Purwakarta, “ujar Marseno berasalan. Padahal, diketahui koran ini jadwal masuk sekolah berselang, di SMA N2 Purwakarta pada pagi hingga siang dan jadwal masuk di SMAN Campaka masuk sore. Alasan ini dinilai hanya untuk menyelamatkan dirinya supaya honor lebih Rp 1 juta supaya tetap dia terima.

Menurut informasi Jayapos News yang diketahui dilapangan, gedung SMP Negeri Campaka pada awal penerimaan murid baru diprediksi akan membludak. Pendaftar yang masuk sore akan terganggu karena seperti biasa anak murid baru selalu didampingi oleh orangtua masing masing. Itu juga akan mempengaruhi proses belajar murid SMA yang digabung dengan murid SMP. Bagaimana bisa jadwal masuk teratur rapi sementara kepala SMA Negeri Campaka tidak tampak batang hidung.

Skop nasional diketahui bahwa pihak Departemen Pendidikan Nasional memperkirakan 70 persen dari 250 ribu kepala sekolah di Indonesia tidak kompeten. Berdasarkan ketentuan Departemen, setiap kepala sekolah harus memenuhi lima aspek kompetensi, yaitu kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. Namun, hampir semua kepala sekolah lemah di bidang kompetensi manajerial dan supervisi. Padahal dua kompetensi itu merupakan kekuatan kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik. Asumsi koran ini, seprti itulah yang terjadi dengan Kepala Sekolah Drs Marseno. Sementara itu, Bupati Dedi Mulyadi belum berhasil ditemui, oleh pegawainya Bupati sedang kunjungan kerja keluar. (jayaposnews)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: