UNIONPERS
KRIMINAL
BERITA KORAN

Pengajar Takut Dipenjara, Di Bekasi Menjamur Warung Buku Dadakan


Pengajar Takut Dipenjara,

Di Bekasi Menjamur Warung Buku Dadakan

Bekasi, Jayapos News

Program pendidikan murah dan berkualitas masih rentan terbentur praktik kotor di lingkungan tingkat sekolah dasar (SD), SMP dan SMU, salah satunya jual buku bermacam jenis secara paksa. Agar bentuk pelanggaran ini tidak terulang terus tiap edisinya, diusulkan agar pelakunya dipidanakan kurungan. Akibatnya para pengajar ketakutan, memutuskan Koperasi Sekolah tidak lagi melayani penjualan buku pelajaran.

Penjualan buku pelajaranpun terpaksa dialihkan ke warung warung yang ada dilingkungan sekolah. Mulai dari warung kecil hingga warung roko. Maka tak heran bermunculan ratusan lebih warung – warung kecil menjual bermacam jenis buku pelajaran diperdagangkan per-eksemplar hingga paketan sampai berita ini dimuat. Pengalihan penjualan buku dari koperasi sekolah ke warung kecil, mendapat sorotan tajam. Itu akibat kuwaliatas buku pelajaran kurang baik, warung tanpa mengantongi izin (ilegal), terindikasi kerjasama dengan pihak sekolah untuk meraut keuntungan dari hasil penjualan buku.

Sebelumnya, larangan jual buku pelajaran dan perlengkapan lainnya ini diatur di dalam Peraturan Mendiknas No. 19/2007. Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi meminta masyarakat melaporkan ke dinas bilamana ditemui bentuk penyimpangan penjualan buku, jika menemukan praktik jual buku paksa di sekolah. Pasalnya, Pemerintah Kota Bekasi sudah membantu sekolah ada yang melalui sekolah bebas biaya (SBB) diluar dana BOS.

Hasil pantauan Jayapos News, Jumat (9/4) sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMU di sejumlah Kecamatan di Kota Bekasi diketahui hampir semua anak didik untuk memperoleh buku pelajaran seperti buku lembar kerja siswa (LKS) masih membeli buku di warung warung kecil yang ada disekitar lingkungan sekolah. Diketahui jumlah toko illegal yang memperdagangkan buku lembar kerja siswa (LKS) diperkirakan jumlahnya ratusan. Salah satunya, warung buku yang ada di sekitar SD Negeri Duren Jaya VIII, Duren Jaya 1. Disana warung selain menjual buku LKS, pakaian dan keperluan anak didik diperdagangkan. Sepintas diperhatikan mirip koperasi sekolah.

Hal yang sama juga terlihat di Kecamatan jati Asih, banyak warung buku bermunculan secara mendadak, salah satunya adalah warung milik Ibu Minah. Ribuan jenis buku pelajaran bermacam judul kiriman beberapa percetakan terlihat numpuk diteras rumahnya untuk dijual kepada ribuan anak didik. Rumah Ibu Minah dimanfaatkan jadi tempat buku dadakan menyusul adanya larangan koperasi sekolah jual buku.

Sepintas rumah itu tak tampak seperti tempat penjualan buku, para pejalan kaki yang melintas didepan rumah Ibu Minah tidak akan tahu kalau rumah itu tempat penampungan banyak buku. Jayapos Newa sempat terkecoh kalau melihat rumahnya yang tidak ada bedanya dengan jejeran rumah lainnya. Menurut Yanti, salah seorang siswi MTs, “yang tahu kalau rumah itu dijadikan tempat buku hanya orang tertentu, pemiliknya hanya menjual bukunya kepada satu sekolah saja, “ujarnya. (son/man)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

One thought on “Pengajar Takut Dipenjara, Di Bekasi Menjamur Warung Buku Dadakan

  1. Di Bandung banyak juga guru yang jual buku, tp g ada yg ribut

    Posted by Sulis | 21 Juni 2010, 07:05

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: