UNIONPERS
KRIMINAL
BERITA KORAN

KIOS di Pulogadung


Puluhan Unit Kios Terminal Pulogadung
Tak Pernah Tersentuh Rehab Sejak 20 Tahun

Jakarta , Jayapos News
Buruknya kondisi sebanyak 84 unit kios di terminal bus pulogadung membuat para pedagang ‘enggan’ untuk menempati memilih untuk mengontakkannya menunggu ada perbaikan yang mereka rasakan sudah 20 tahun sejak terminal dibangun tahun 1976 belum pernah tersentuh pembangunan fisik apalagi bangunan rehab. Sampai berita ini dimuat, sekira 30 persen unit kios telah dikosongkan oleh pemilik.

Kepala Terminal Dalam Kota Pulogadung Muhammad Nur mengatakan, “perbaikannya akan dilakukan dengan memperhitungkan fungsinya pada masa yang akan datang. Jika memang akan direhab, kita tunggu saja kebijakan atasan. Rencananya, jika Terminal Pulogebang sudah rampung, akan dipindahkan. Sedangkan Terminal Pulogadung dikhususkan untuk terminal bus Transjakarta, “ujar Muhammad Nur kepada Jayapos News, diruang kerjanya, Kamis, (8/4).

Katanya, “para pemilik kios kios selalu saya arahkan untuk terus menata bangunannya atau tempat usahanya dengan melakukan perbaikan perbaikan, bahkan banyak juga para pemilik yang melakukan rehab sendiri tanpa menunggu bantuan dari Dirjen Perhubungan darat. Semua pemilik warung saya wajibkan untuk proaktif membersihkan sampah sampah yang ada disekitar terminal pulogadung dibantu oleh petugas kita, “ujar Muhammad Nuh.

Sementara itu, pemilik warung Mbah Main (60) yang mengaku punya tiga unit kios mengatakan, “ selain berharap ada bantuan perbaikan rehab, saya juga meminta supaya harga retribusi kios jangan mahal mahal bangat. Bayangkan, beberapa hari ini saya baru bayar Rp 1 juta untuk pembayaran 3 tiga kios. Satu kios saya bayar Rp 290.000, padahal ukuran kios saya hanya seluas 2x 3 meter persegi, “tegas Mbah Main.

Kepala Seksi Fasilitas Terminal UPT Rawamangun, Taufik Rahman mengatakan, “pembayaran harga/tariff retribusi kios kios di 23 diterminal yang tersebar di Jakarta sudah diatur oleh Perda No 1 Tahun 2006, yang mana untuk harga satu meter persegi sebesar Rp 20 ribu untuk dalam kota (DK), sedangkan untuk Antar Kota (AK) sebesar Rp 30 permeter persegi, “ujar taufih Rahman kepada Jayapos News, Jumat (9/4) diruang kerjanya.

Taufik menambahkan, “ kios yang tersebar di 23 terminal, baik itu wartel, warung makan dan sembako dan lain sebagainya ukuranya paling kecil seluas 2x 3 meter dan yang paling luas adalah 4 x 6 meter. Seharusnya pemilik warung dalam melakukan pembayaran harus mengacu kepada perda yang sudah lama disosialisakan kepada pemilim sejak dulu. Jika pemilik warung melakukan pembayaran diluar perda, itu melanggar aturan yang ada, “imbuh Taufik. (rekson)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: