UNIONPERS
KRIMINAL
BERITA KORAN

Bupati dan Bos Mall STS Terlantarkan Korban Gusuran Eks Terminal Sadang


Bupati dan Bos Mall STS Terlantarkan Korban Gusuran Eks Terminal Sadang

Purwakarta, Jayapos News

Bupati Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi dan JS Senjaya, bos Mall STS (Sadang Terminal Square), PT. Wahana Cipta Sejahtera (WCS) menelantarkan puluhan warga masyarakat kecil korban gusuran dari bekas (eks) Terminal Sadang, Purwakarta sampai berita ini dimuat. Selain tidak diperbolehkan lagi mencari nafka ditempat bangunan kios itu, ada warga yang semua dagangan bermacam macam merk berupa kulkas, sembako, etalase dan lain disita paksa petugas pihak mall.

Di negara ini masyarakat kecil selalu dihinjak-hinjak oleh penguasa yang tidak punya hati yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Padahal kalau ditinjau dari kenyataan sebenarnya, bahwa warga kecil korban gusuran eks Terminal memang berhak menempati kios-kios dibangunan luar STS sesuai dengan Nota Kesepakatan yang ditandatangani diatas kertas bermeterai oleh Pemerintah Daerah Purwakarta, yang berbunyi, “Pegadang Sadang boleh menempati kios yang sudah diberikan”.

Tetapi kenapa bertentangan, mereka ditelantarkan oleh Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Purwakarta melalui Bupati Dedi Mulyadi dan pihak PT mall STS ( Sadang Terminal Square ),

PT. Wahana Cipta Sejahtera (WCS) melalui bos JS Senjaya ?. Ini menjadi perguncingan yang mengemuka yang selama ini belum ada jawabannya diketahui oleh para korban gusuran dan masyarakat sampai sekarang. Terlebih, hasil ganti rugi yang diterima oleh warga kecil korban gusuran sunguh sangat sebanding dan jauh dari kerugian yang mereka alami.

Berupa rumah, Toko dan usaha lainnnya milik warga kecil korban gusuran yang sudah berdiri puluhan tahun diratakan dengan tanah oleh pihak pengelola atas izin Pemkab Purwakarta hanya mendapatkan ganti rugi berupa kios sangat kecil ukuran 1 x 2 meter persegi. Nilai yang didapat sungguh tidak manusiawi. Eh…ironisnya, kios yang sangat kecil tersebut yang sudah diberikan rupanya tak diiklaskan pula, sekarang kios itu belum lama ditempati ditarik kembali dengan cara paksa. Akibatnya warga kecil menjadi dua kali korban digusur.

Sebelumnya, rasa prihatin terhadap warga kecil korban gusuran telah disampaikan oleh Wakil Bupati Purwakarta H Dudung B Supardi. Menurutnya, “nanti akan kita perhatikan. Kasihan mereka mencari nafka, mereka adalah penghuni yang sudah puluhan tahun cari nafka disitu. Umur mall STS baru 3 tahun, “kata Dudung B Supardi kepada sejumlah wartawan. tetapi kenyatannya, sampai sekarang nasib warga kecil korban gusuran nasibnya masih terlantar atau tidak bisa lagi mencari nafka di tempat usaha mereka itu.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta pernah mengungkapkan sedang mengkaji ulang kontrak kerja tempat mall Sadang Terminal Square (STS), Sadang dan tidak menutup kemungkinan akan memutuskan kontak dengan PT Wahana Cipta Sejahtera (WCS). Alasannya, pimpinan mall itu dinilai tidak propesional dalam mengelola. Yang ada mengorbankan warga kecil penghuni tanah itu sebelumnya. Bukan itu saja, pada kenyataannya sejak berdiri belum mendatangkan untung untuk Pemerintah Daerah (Pemda), yang ada tunggakan bagi hasil atas kios yang penyelesainya berujung di Kejaksaan Negeri Purwakarta melalui pengaduan resmi.

Ketua DPRD Kab Purwakarta Dr H Sigit Soeroso mengatakan, “ para anggota DPRD sedang bekerja dalam mengkaji ulang kontrak kerja PT WCS dengan Pemda Purwakarta, selain memperhatikan warga korban gusuran, ada bagi hasil kios di mall dan juga pajak pajaknya masih belum memenuhi target yang disetorkan ke kas daerah. “Yang ada sejak tiga tahun terakhir adalah kerugian, dimana sangat berdampak ke penyusunan RAPBD. Terhitung sejak tahun 2007 masih ada tunggakan, “tegas H. Sigit Soeroso kepada wartawan.

Bupati Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi yang sebelumnya akan mengupayakan membantu warga masyakat kecil eks terminal sadang ternyata sudah lama tak pernah terealisasi. Iya, janji tinggal janji mirip lagu tahun 70an. Keterangan Jayapos News, “sekedar mengingatkan, mall STS tiga lantai ada diatas lahan 12 hektar persegi tanah milik negara. Hingga terjalin MoU Pemda dan PT WCS yang isinya, kontrak kerjanya selama 30 tahun.

Dimana PT.WCS akan memberikan keuntungan untuk APBD melalui tempat usaha gedung perbelanjaan dengan rincian sebesar 10 persen ruangan untuk Pemda dan sisanya sebesar 90 persen ruangan oleh PT.WCS sendiri. Ruangan gedung pusat perbelanjaan sebesar 10 persen itu, akan dikelola oleh pemerintah dan pendapatan setiap tahunnya sudah mulai masuk Angaran Perbelanjaan Belanja Daerah (APBD) sejak tahun 2006.

Namun sejak Tahun 2007 – 2008 masih menunggak/ utang. (TIM)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: