UNIONPERS
KRIMINAL
EKONOMI

25 Persen Pelajar Sukabumi Jadi PSK


Sebanyak 25 Persen Pelajar Sukabumi Jadi Pekerja Seks

Sukabumi, – Sekitar 25 persen dari 239 wanita pekerja seks (WPS) langsung di Kota Sukabumi, Jawa Barat, berasal dari kaum pelajar yang disebabkan oleh keinginan hidup mewah.

“Dulu, penyebab para pelajar menjadi WPS lantaran faktor ekonomi. Namun, saat ini mulai bergeser menjadi gaya hidup mewah,” kata Koordiantor Lapangan (Korlap) Gerakan Narkoba dan AIDS (GPNA) Kota Sukabumi, Den Huri kepada ANTARA, di Sukabumi, Rabu.

Menurut dia, para pelajar yang kurang mampu tergiur dengan temannya yang memiliki barang mewah, seperti handphone dan lainnya, sehingga mereka berkeinginan untuk menjadi WPS.

“Mereka menjadi WPS secara sembunyi-sembunyi dengan pemanggilan melalui telepon seluler. Mereka tidak menjajakan dirinya secara terbuka seperti WPS lainnya,” paparnya.

Berdasarkan data yang ada, jumlah WPS di Kota Sukabumi mencapai 776, yang terdiri dari WPS langsung sebanyak 239 orang dan WPS tidak langsung (mereka yang juga bekerja) sebanyak 537 orang.

“Kebanyakan WPS tidak langsung adalah mereka yang bekerja sebagai penjualan di tempat karaoke. Mereka menjadi WPS lantaran faktor ekonomi dan gaya hidup,” katanya yang bisa dipanggil Deden.

Deden mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menekan jumlah WPS di Kota Sukabumi dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang bekerjasama dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek dan PB) Kota Sukabumi, seperti pelatihan tata rias dan salon.

“Kami juga melakukan pendidikan sebaya kepada kaum WPS,” ujarnya.

Untuk mengatasi penularan HIV/AIDS di kalangan WPS, kata Deden, pihaknya juga telah memberikan penyuluhan kepada kaum WPS tentang bahaya HIV/AIDS sehingga mereka diminta melakukan hubungan seks dengan cara aman, seperti penggunaan kondom dan lainnya.

Mereka juga diminta untuk melakukan pemeriksaan penyakit kelamin di klinik `Pelangi` yang disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi.

Namun, sejak tiga tahun program ini berlangsung hanya 357 WPS saja yang mau memeriksakan dirinya ke klinik.

“Ini menunjukan tingkat kesadaran kaum WPS masih rendah untuk memeriksakan kesehatannya,” katanya seraya menambahkan mereka lebih mementingkan materi ketimbang kesehatan.(ant*)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: