Jembatan Timbang Cibaragalan Purwakarta


Pungli Sulit Dicegah di Jembatan Timbang

Melihat beberapa kejadian di atas, agar bisa lolos dari “terkaman” petugas yang haus mel, sopir dibiasakan terlebih dahulu menyediakan uang dari pool/pemberangkatan. Mirip pembayaran di pintu tol.

PURWAKARTA, Sentana – Mencegah pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum petugas Dishub di Jembatan Timbang Cibaragalan, Bungursari, Kab Purwakarta sulit untuk dihentikan selain menutup kembali jembatan tersebut.

” pungutan liar dari sopir melibatkan Preman, warga setempat dan aparat hukum. Sopir Truk menimbang atau tidak menimbang kenderaan asal lewat dari jalan raya sama saja harus bayar sejumlah uang ke petugas dilapangan, “ujar Mamat salah seorang sopir Lintas Jakarta – Bandung.

Padahal sebelumnya pemerintah sudah berupaya untuk mencegah terjadinya pungutan liar oleh oknum-oknum di sejumlah jembatan timbang pemerintah dengan memfungsikan kembali satu jembatan timbang di setiap provinsi di Pulau Jawa. “Tiga provinsi yang akan dibuka kembali jembatan timbangnya adalah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil) Soenarno menjawab pers seusai menghadiri peresmian Jembatan Kereta Api Cisomang Lintas Purwakarta-Padalarang oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, Selasa (3/8) di Purwakarta, Jawa Barat.

“Ya, jangan sampai ada pungli (pungutan liar). Kita harus usahakan itu tidak ada di jembatan timbang. Makanya, jembatan timbang difungsikan kembali oleh Departemen Perhubungan satu di tiap provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ujar Menkimpraswil.

Soenarno mengakui, meskipun dapat mencegah terjadinya kerusakan badan jalan dan jembatan akibat adanya kelebihan beban dari sejumlah kendaraan berat, pungli dapat menambah biaya ekonomi tinggi dari perusahaan jasa angkutan. “Benar, karena itu jembatan timbang yang dibuka hanya satu. Kita upayakan itu,” ujarnya.

Permintaan presiden

Dalam sambutan tanpa teks menjelang peresmian Jembatan Kereta Api Cisomang, Purwakarta, Presiden Megawati meminta kepada pemerintah daerah untuk ikut bersama-sama menjaga, mengelola, dan mengamankan sejumlah infrastruktur yang telah dibangun, seperti jembatan dan jalan raya.

Diingatkan, jika infrastruktur yang telah dibangun pemerintah tidak dapat dijaga, maka bukan hanya infrastruktur tersebut yang akan mengalami kerusakan. “Akan tetapi, juga pagu (dana-Red) yang cukup besar yang harus disiapkan oleh pemerintah untuk membangunnya kembali,” ujarnya.

Jika itu yang terus terjadi, laju pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa dipercepat mengingat alokasi dana hanya dialihkan untuk renovasi infrastruktur saja. Dalam kesempatan itu, Presiden Megawati juga menyatakan keprihatinannya terhadap runtuhnya Jembatan Cipunagara di Subang, Jawa Barat, baru-baru ini.

“Ketika saya dengar, saya bertanya, apakah jembatan itu ambrol. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian, melainkan hanya bengkok. Jadi, bukan strukturnya yang salah, tetapi beban yang luar biasa. Oleh karena itu, daerah harus bisa bekerja sama dalam pengelolaannya, penjagaannya, dan pengamanannya,” kata Presiden Megawati.

Jembatan Cisomang yang baru diresmikan Presiden Megawati merupakan salah satu dari enam jembatan yang kini tengah dikerjakan penyelesaiannya untuk jalur rel ganda (double track) kereta api. Dana pembangunan jembatan berasal dari pinjaman Austria melalui Bank Dunia sebesar Rp 144 miliar. (berbagai sumber/sn/net)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s