UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

LSM Desak Kajari Periksa Oknum BPN Terlibat Calo


KARAWANG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) desak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Karawang memeriksa oknum-oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) terlibat percaloan. Mereka ditengarai melakukan pungutan liar kepada sejumlah warga desa yang hendak menyertifikatkan tanahnya melalui Program Nasional Sertifikat Tanah (Prona) peruntukan warga miskin.

Modus operandinya, oknum BPN tersebut diduga bekerja sama dengan pihak yang ditunjuk mengkoordinir warga, lalu meminta biaya jutaan rupiah per-pemohon. Warga yang berusaha mengurus sendiripun gigit jari, karena berkasnya ditolak petugas BPN dengan alasan kuota hanya 1.000 permohonan sudah cukup.

“Saya yakin alasan kuota sudah cukup itu hanya akal-akalan oknum untuk mendapatkan uang melalui program itu. Sesuai ketentuan mengurus sertifikat tanah melalui prona tidak dipungut biaya sepeser pun. Tidak ada alasan BPN Karawang tak memroses berkas jika persyaratannya sudah lengkap,” ujar Ketua LSM Komite Independen Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( LSM Kipra), ir Adamsari kepada sejumlah wartawan baru baru ini.

Menurut dia, penyertifikatan melalui prona yang sarat dengan pungli bukan hal baru. Tapi terjadi di mana saja saat program ini berjalan. Penyertifikatan lahan melalui program ini menjadi lahan basah bagi oknum BPN untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Adam menyarankan warga kabupaten Karawang yang merasa dirugikan atas pungutan tersebut melaporkan masalah tersebut ke Kejaksaan Negeri Karawang, karena diduga telah terjadi mall administrasi oleh oknum BPN Karawang.

“Saya juga meminta Kepala BPN Pusat segera memerintahkan Inspektur Utama untuk memeriksa oknum-oknum BPN Karawang yang diduga bertindak seperti calo dan mengevaluasi kinerja pejabat setempat karena kuat dugaan melakukan KKN secara bersama sama dengan oknum Kepala Desa dalam pembuatan sertifikat prona ini,” katanya.

Adam tidak habis pikir, sepengetahuannya BPN pusat telah melakukan reforma agraria yakni mengimplementasikan mandat TAP/IX/MPR/2001 dan Keputusan N0 5 MPR/2003 tentang perlunya penataan struktur penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil sehingga sengketa pertanahan terselesaikan dan akses masyarakat terhadap tanah berkembang secara adil. Kenapa di pelayanan kantor pertanahan tidak dikelola secara baik. “Tapi pada kenyataannya pelayanannya sangat bobrok. tidak sesuai dengan praktik di lapangan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahu kalangan wartawan, Program nasional (Prona) tahun 2009 yang digulirkan pemerintah diprioritaskan untuk warga miskin. Alokasi jumlah bidang tanah yang disertifikatkan di Kabupaten Karawang sebanyak 1.000 sertifikat dengan sasaran warga miskin yang tersebar di 8 desa dengan kuota rata rata sebanyak 100 sertifikat.

Sementara itu, Kasie Survey, Pengukuran dan Pemetaan Tanah BPN Karawang, ir Nasrudin yang sekaligus sebagai koordinator program pelaksanaan teknis kegiatan percepatan pelaksanaan pendaftaran (Prona) tahun 2009, saat dikonfirmasikan diruang kerjanya mengatakan, pihaknya tidak memungut biaya pembuatan sertifikat Prona, kalau ada temuan wartawan dilapangan ada oknum yang meminta sejumlah dana untuk biaya tersebut, ya itu urusan mereka bukan urusan BPN Karawang,” ujarnya sedikit mengelak atas pertanyaan wartawan.

Dilain tempat, warga makin yang tak bersedia namanya disebutkan, mengatakan, dirinya dipusingkan dengan adanya oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan memasang tarif untuk satu sertifikat prona antara Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. (TIM)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: