• RSS Poto die

    • Tidak Berjudul November 22, 2009
      unionpers
    • PT INdo Barat Rayon dan PJT II Purwakarta Agustus 14, 2009
      (Kliping koran) PJT II Purwakarta – Indo Bharat Rayon Masih Tegang PURWAKARTA, PJT II Purwakarta mengaku sudah mengirimkan surat balasan kepada LSM TOPAN RI perihal himbuan atas penyalahgunaan pengunaan lahan negara oleh PT. Indo Bharat Rayon Purwakarta. Bahkan isi surat balasan yang di tujukan ke LSM TOPAN RI itu pihak PJT II mengaku sudah melakukan b […]
      unionpers
    • PLN Purwakarta Agustus 12, 2009
      Pelanggan PLN Persero AJP Purwakarta Nunggak Rp 8,25 Miliar TUNGGAKAN pelanggan PLN hingga bulan agustus ini mencapai Rp 8,25 miliar. Hal itu berdasarkan pendataan PLN APJ Purwakarta untuk pelanggan diwilayahnya. Bahkan jumlah tunggakkan itu sedikit meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Manajer PLN Persero AJP Purwakarta, Indra Sofnil, baru baru ini meng […]
      unionpers
  • RSS SMP NEGERI 1 CAMPAKA

    • Tidak Berjudul
      unionpers
    • BUPATI GUGAT BOS MALL STS
      Purwakarta, SENTANA JS Senjaya, bos PT STS mall (Sadang Terminal Square) benar benar pusing tujuh keliling. Masalah menghantui datang silih berganti. Ibarat “mati satu, tumbuh seribu”. Selain warga, kali ini giliran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang pasang dada menangih tunggakan mall STS yang nilainya sekitar hampir Rp 2 miliar. Tak tanggung tanggung, lew […]
      unionpers
  • RSS POTO

    • Array
    • PT INdo Barat Rayon dan PJT II Purwakarta
      (Kliping koran) PJT II Purwakarta – Indo Bharat Rayon Masih Tegang PURWAKARTA, PJT II Purwakarta mengaku sudah mengirimkan surat balasan kepada LSM TOPAN RI perihal himbuan atas penyalahgunaan pengunaan lahan negara oleh PT. Indo Bharat Rayon Purwakarta. Bahkan isi surat balasan yang di tujukan ke LSM TOPAN RI itu pihak PJT II mengaku sudah melakukan b […]
    • PLN Purwakarta
      Pelanggan PLN Persero AJP Purwakarta Nunggak Rp 8,25 Miliar TUNGGAKAN pelanggan PLN hingga bulan agustus ini mencapai Rp 8,25 miliar. Hal itu berdasarkan pendataan PLN APJ Purwakarta untuk pelanggan diwilayahnya. Bahkan jumlah tunggakkan itu sedikit meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Manajer PLN Persero AJP Purwakarta, Indra Sofnil, baru baru ini meng […]
  • RSS boidataku

    • rekson Januari 23, 2009
      biodataku
    • 0bama, 08 Januari 23, 2009
      biodataku
    • Tugu Perjuangan Kapten Bongsu Pasaribu Januari 23, 2009
      Is
      biodataku
    • Kapten Bongsu Pasaribu Januari 23, 2009
      Monumen Perjuangan Kapten Bongsu di Sorkam
      biodataku
    • Poto Cucuh Pahlawan Januari 23, 2009
      biodataku
    • poto angker Punya Rekson Januari 23, 2009
      Selamat tahun baru 2009.
      biodataku
    • Marak Proposal Fiktif Dilingkungan Pemkab Purwakarta Rugikan Negara Januari 12, 2009
      Purwakarta, SENTANA Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Purwakarta Munawar Holil mendesak aparat Kepolisian Resort (Polres) dan Kejaksaan Negeri setempat untuk tidak main main dalam memeriksa kasus maraknya proposal fiktif alias tindakan pemalsuan dokumen dilingkungan Pemerintah Daerah Kab Purwakarta yang melibatkan sejumlah oknum pej […]
      biodataku
    • http://www.purwakarta.go.id/sejarah.php Januari 7, 2009
      KRONOLOGIS SEJARAH SEBELUM MASA PENJAJAHAN TATA PEMERINTAHAN DAERAH PADA MASA SEBELUM PENJAJAHAN BELANDA Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC. Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Ban […]
      biodataku
    • Marak proposal palsu di Purwakarta, Bupati Kecolongan Beri Bantuan ke 3 Ormas Fiktif Januari 7, 2009
      Purwakarta, SENTANA Sangat janggal dan berbau politik ucapan Bupati Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi yang meminta supaya mencari keberadaan sebanyak tiga Organisasi Kemasyarakatan (ormas) penerima bantuan keuangan dan meminta mereka mengembalikan uangnya yang bersumber dari APBD ke kas daerah. Ada kesan cuci tangan dan hanya menutup nutupi keterlibatan oknu […]
      biodataku
    • Kasus Mall STS Diproses Polisi dan Kejaksaan, Januari 5, 2009
      Purwakarta, SENTANA JS Senjaya, bos PT STS mall ( Sadang Terminal Square ) benar benar pusing tujuh keliling. Masalah menghantui datang silih berganti menimpa perkulakan itu. Ibarat “mati satu, tumbuh seribu”. Kenapa tidak. Kali ini tiga kasus sekaligus menghadang didepan, yang pertama adalah gugatan resmi Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi, pengaduan warga [. […]
      biodataku
  • RSS HUTAGODANG

    • Pahlawan Kemerdekaan Diabaikan Pemerintah
      Ditulis Oleh : Cucunya, Rekson Hermanto Pasaribu SETIAP tanggal 3 Maret, warga Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Barus, Kotamadya Sibolga selalu memperingati gugurnya pahlawan Kemerdekaan Nasional asal Sibolga, Kapten Bongsu Pasaribu. Bagi sebagian keluarga anak – cucu veteran ada yang menyempatkan diri mendatangi tempat makan Kapten Bongsu Pasaribu di ma […]
    • Halo dunia!
      Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
  • RSS PENDIDIKAN

    • BUKU DIPERDAGANGKAN DIRUMAH-RUMAH PENDUDUK
      Purwakarta, SENTANA Setelah disosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang larangan menjual buku pelajaran di sekolah kepada anak didik/orangtua murid. Para Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP di 17 Kecamatan, Purwakarta tidak mau ambil pusing lagi, memutuskan bahwa Koperasi Sekolah tidak lagi melayani penjualan y […]
  • RSS SEJARAH

    • rekson hermanto
      PENCABUTAN PENGURUSAN PASAL 13 Ketua Union Pers Purwakarta berhak mencabut Kartu Tanda Anggota/Pers Card organisasi profesi Union Pers Purwakarta, serta surat resmi yang dikeluarkan apabila : 1. Terdapat pelanggaran disiplin penyelenggaraan anggaran/ dana dan kasus-kasus diluar tentang hukum pidana. 2. Pengurus fakum serta lepas tanggung jawab dari aturan ya […]
    • Sejarah
      3 Maret Dikenang Peringatan Gugurnya Pahlawan Kemerdekaan Nasional Asal Sibolga Ditulis Oleh : Cucunya, Rekson Hermanto Pasaribu SETIAP tanggal 3 Maret, warga Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Barus, Kotamadya Sibolga selalu memperingati gugurnya pahlawan Kemerdekaan Nasional asal Sibolga, Kapten Bongsu Pasaribu. Bagi sebagian keluarga anak - cucu veteran ada y […]
    • http://hutagodang.wordpress.com/wp-admin/post-new.php
      http://hutagodang.wordpress.com/wp-admin/post-new.php
  • RSS KALANGAN SENDIRI

    • Tidak Berjudul
    • MARAK PROPOSAL FIKTIF DI PURWAKARTA
      Marak Proposal Fiktif Dilingkungan Pemkab Purwakarta Rugikan Negara Purwakarta, SENTANA Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Purwakarta Munawar Holil mendesak aparat Kepolisian Resort (Polres) dan Kejaksaan Negeri setempat untuk tidak main main dalam memeriksa kasus maraknya proposal fiktif alias tindakan pemalsuan dokumen dilingkungan […]
  • HALAMAN ATAS

  • RSS Berita

    • Array
    • BUPATI GUGAT BOS MALL STS
      Purwakarta, SENTANA JS Senjaya, bos PT STS mall (Sadang Terminal Square) benar benar pusing tujuh keliling. Masalah menghantui datang silih berganti. Ibarat “mati satu, tumbuh seribu”. Selain warga, kali ini giliran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang pasang dada menangih tunggakan mall STS yang nilainya sekitar hampir Rp 2 miliar. Tak tanggung tanggung, lew […]

SMP Negeri 6, Purwakarta

Pungli Uang Buku Dari PSB dan Murid
“Bupati Didesak Copot Kepsek SMPN6″

PROGRASIF, Purwakarta
Disosialisasikannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 2 Tahun 2008 tentang larangan sekolah dagang buku pelajaran apapun dilingkungan sekolah ditambah larangan tertulis yang dikeluarkan oleh Bupati Purwakarta melalui Dinas Pendidikan rupanya tidak terlalu ditanggapi atau direspon oleh Sekolah yang satu ini. Iya di sekolah SMP Negeri 6, Purwakarta. Kepala SMP Negeri 6, Purwakarta Tubagus Al Subagia bahkan dengan entengnya mengakui benar koperasi sekolahnya menjual/memperdagangkan bermacam jenis buku Lembar Kerja Siswa secara paketan maupun perbiji kepada orangtua murid/anak didik. Selain murid kelas 1,2 dan 3, lebih ironis sekolah ini juga melakukan pungutan liar bagi Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun 2009 berupa uang buku sebesar Rp 115.000/murid. Murid yang lebih 1100 orang jika dikali harga buku paketan, uang rupiah keuntungan yang besar dikemanakan?.

Sekolah dijadikan ladang bisnis. Sontak mendapat reaksi keras atau kritikan tajam berbagai kalangan masyarakat yang dialamatkan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi supaya berbenah dengan cara membersihkan dunia pendidikan yang dikotori oleh tangan tangan yang tidak bertanggungjawab yang terindikasi demi kepentingan pribadi. “Iya Bupati harus segera memberhentikan/ mencopot Kepala SMP Negeri G Tubagus Al Subagia dari jabatannya jika terbukti bersalah. Kita tahu Bupati Dedi Mulyadi sudah menyebarkan ratusan spanduk/iklan “sekolah gratis tingkat SD dan SMP” di masyarakat. Tetapi kita perlu bukti nyata dari tindakan, jangan hanya slogan dikain panjang saja, “ujar sejumlah orangtua Murid SMPN 6 dan tokoh masyarakat kepada PROGRESIF, Sabtu (11/7).

Kepala SMP Negeri 6 Purwakarta Tubagus didampingi pengurus Koperasi Sekolah membenarkan pihaknya memperdagangkan bermacam buku secara paketan dilingkungan sekolah dengan alasan yang tidak masuk diakal. “Selama ini kita tidak pernah menerima teguran tertulis maupun lisan dari Dinas Pendidikan dan Bupati. Sejauh tidak ada larangan, iya sah sah saja kita memperjual-belikan buku demi kepentingan anak didik dan pengajar. Dimana mana namanya dagang iya pasti ada untung ruginya. Kita pasti untung donk, “ujar bendahara sekolah dan Kepsek Tubagus kepada PROGRESIF diruang tamu, SMP Negeri 6.

Hasil investigasi dilingkungan sekolah menyebutkan, pungutan liar uang buku pelajaran terindikasi telah melakukan tindakan pidana. Kenapa tidak. Untuk meraut banyak rupiah dari hasil penjualan buku pelajaran dari anak didik. Ternyata ada kemungkinan sekolah ini juga menerima uang bonus dari bagi hasi penjulan buku yang disebut uang persentase yang besarnya disepakati antara sekolah dan pengusaha buku. Sejumlah anak didik dari kelas 1 (satu) sampai Kelas 3 (tiga) tidak mengetahui akan larangan jualan buku apapun di sekolah karena pihak sekolah tidak mempublikasikannya. Yang mereka tahu buku pelajaran harus dibeli. Kebijakan bisnis buku itu dilakukan atas inisiatif pihak sekolah dengan segaja melangar aturan yang sudah ada dan pihak sekolah melalui koperasi sekolah telah mendapatkan keuntungan pribadi diluar gaji yang diberikan pemerintah.

Polisi Diminta Penjarakan Oknum Kepsek/Guru Penjual Buku

Para oknum Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan, Purwakarta harus dipenjarakan jika terbukti melakukan tindak pidana memperdangangkan buku pelajaran kepada orangtua murid demi keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan dunia pendidikan. Jika hal itu tidak dilakukan oleh polisi, besar kemungkinan pungutan liar bisa dibersihkan. Tindakan ini perlu, karena oknum belakangan ini sudah berani menentang kebijakan bupati. Bahkan tak sedikit dari mereka melakukan bisnis dengan mengkaper pengadaan sarana buku melalui warung rokok, rumah penduduk dadakan yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah yang dinilai masih ilegal tanpa mengantongi izin usaha, selain tempat bukunya asal asalan.

Hasil pantuan salah satunya ada di wilayah Kecamatan Cempaka, Purwakarta. Disana ditemukan sebuah rumah warga milik inisial Sulis dekat sekolah menegah pertama yang disinyalir dijadikan titipan buku pelajaran dadakan. Ribuan jenis buku pelajaran bermacam judul kiriman beberapa percetakan terlihat numpuk diteras rumahnya untuk dijual kepada ribuan anak didik. Rumah Sulis dimanfaatkan jadi toko buku dadakan menyusul adanya larangan koperasi sekolah jual buku.

Sepintas rumah itu tak tampak seperti tempat penjualan buku, para pejalan kaki yang melintas didepan rumah Sulis tidak akan tahu kalau rumah itu tempat penampungan banyak buku. Wartawan sempat terkecoh kalau melihat rumah Sulis yang tidak ada bedanya dengan jejeran rumah lainnya. Menurut Ani, salah seorang siswi MTs, “yang tahu kalau rumah itu dijadikan toko buku hanya orang tertentu, pemiliknya hanya menjual bukunya kepada satu sekolah saja, “ujarnya.

Pemilik toko buku pelajaran Campaka, Sulis kepada wartawan membenarkan, “buku yang numpuk dirumahnya dijual hanya kepada satu sekolah tertentu yang dihunjuk. Itu setelah menjalin kerjasama dengan pihak sekolah dan pihak pengusaha buku. Kalau tidak ada kerjasama dengan pihak sekolah dan pengusaha saya tidak akan berani membuka menual buku dirumah. Ini lumayan ada pemasukan tambahan dari pihak percetakan dan juga dari harga buku, “ujar Sulis dirumahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Dedi Mulyadi dengan tegas melarang jualan buku dilingkungan sekolah. Kalau ketahuan ada sekolah yang dagang buku segera laporkan kesini kita akan tindak tegas. Bila perlu akan dipecat sesuai undang undang yang berlaku. “ujar Kepala Dinas. (TIM)

Tinggalkan Balasan