Petugas DLLAJR (Dishub) di Jembatan Timbang Cibaragalan, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta masih terus berpestapora (bersenang-senang) menikmati enaknya hasil meminta uang para sopir angkutan barang, saat kendaraan melintas. Tak ada yang bisa lolos. Semuanya sopir Truk harus bayar Rp10 ribu-50 ribu. Itu mereka lakukan selama 24 jam/ hari dan setiap hari tidak ada liburnya.
Bahkan untuk menambah pemasukan mereka petugas, berbagai cara diperagakan untuk mengeluarkan kocek sopir. Mulai dari berat kenderaan, surat-surat jalan akan selalu ada masalah. Pengemudi yang bijak mau harus bawah uang. Kalau tidak, permasalahan mulai ketebalan ban kenderaan, jumlah baut ban, jumlah lampu, ban serep dan sebagainya akan dipermasalahkan. Anehnya, mata sopir juga dilihat. Kalau terlihat kurang tidur, maka dia harus mengeluarkan uang. Kalau anda tidak memberikan sejumlah uang, kenderaan anda akan ditahan.
Pengakuan petugas DLLAJR ke wartawan, “pungutan ini untuk kita semuanya bukan kami saja. KOORDINASI dengan aparat lainnya seperti TNI, POLRI dan Preman harus berjalan. Kalau kami tidak melakukan seperti itu, terus uang untuk aparat dengan jumlah ratusan orang perhari dari mana uangnya. Artinya uang yang dipungut dari para sopir itu untuk dibagi bagi selanjutnya sisanya kita kasihkan ke pimpinan, “tegas sejumlah DLLAJR yang namanya tak dicantumkan, baru baru ini.
Ahmad (43) saah seorang Sopir Truk Jakarta-Subang berharap kepada pejabat yang berwewenang supaya memberikan sangsi tegas. “Kalau saya melihat, sebaginya semua petugas yang sekarang dilakukan penyegaran (dipindahkan) dengan petugas yang baru. Petugas disini sudah karatan lebih dari 5 tahun keatas yang kerjanya hanya makan uang pungli. Kasihan anak istri mereka yang dibesarkan dari uang seperti ini, pintanya.
Kepala Jembatan Timbang Cibaragalan tidak ada ditempat ketika hendak dikonfirmasi. Oleh petugas lainnya, “pimpinan sangat jarang ada disini. Kalau datang paling sebentar saja. Usai ngambil uang beliau langsung pergi lagi. Kalau duduk dua jam dikursinya itu sudah termasuk sangat lama artinya lagi ada problem yang dikerjakan. (TIM)
karena Tak heran jika kenderaan Truk semuanya harus membayar para centeng-centeng jembatan timbang dengan nilai uang bervariasi mulai Rp 10 ribu – 50 ribu.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized